Selasa, 17 November 2009

Membuat makanan sehat

Budi Sutomo — February 1, 2008 / 8:36 pm

dscn2210.JPG

Sapo merupakan hidangan asal Jepang yang kian popular. Penyajiannya yang khas menggunakan mangkuk sapo, cita rasa lezat serta ragam isinya membuat hidangan berkuah ini selalu ngangeni. Tak perlu repot ke resto, dengan resep ini Anda bisa menyajikan sapo lezat dari dapur sendiri. Selamat Mencoba. Resep/Foto/Dapur Uji/Food Stylist: Budi Sutomo

Resep Dasar Kuah Sapo

Bahan

3 sdm minyak untuk menumis

4 siung bawang putih, cincang halus

60 gr bawang Bombay, cincang kasar

2 sdm saus tiram

1 sdm kecap manis

1 sdm ang ciu ( arak merah/jika suka)

1 lt ml kaldu ayam/kaldu daging

1 blok kaldu instan rasa daging

1 sdt minyak wijen

1 sdt lada halus

1 sdt garam

1 sdt gula pasir

½ sdm tepung kanji/tepung maizena, larutkan dengan sedikit air

3 sdm minyak goreng

SAPO TAHU JAMUR

Bahan:

600 ml kuah sapo

250 gr tahu sutera, potong sesuai selera

60 gr tepung maizena

Minyak untuk menggoreng

200 gr udang, kupas dan bersihkan

100 gr wortel, potong serong

150 gr bok coy/kailan

1 batang daun bawang, potong serong

60 gr jamur enakitoki

Cara Membuat:

  1. Lumuri tahu dengan tepung maizena, goreng hingga matang dan berwarna kuning kecokelatan. Angkat dan sisihkan.

  2. Panaskan minyak, tumis bawang Bombay dan bawang putih hingga harum. masukkan udang, masak hingga udang berubag warna.

  3. Masukkan saus tiram, kecap manis, ang ciu, minyak wijen, dan bumbu lainnya. Tambahkan kaldu kuah sapo, sayuran, tahu dan larutan tepung kanji/maizena. Masak hingga kuah mengental dan semua bahan matang. Angkat.

  4. Hidangkan dalam mangkuk sapo, sajikan segera.

Untuk 4 Porsi

Tip:

Jika menggunakan tahu sutera atau tahu jenis tahu lembut seperti tahu susu. Celupkan potongan tahu ke kocokaan telur terlebih dahulu baru digoreng. Tujuannya agar tahu tidak remuk saat dimasak. Jika Anda menghendaki kuah sapo yang agak kental. Tepung maizena/kanji yang ditambahkan bias ditambah ukurannya menjadi 1 sdm.

Post to: delicious, Digg, ma.gnolia, Stumbleupon

Kue Kuping Gajah

3 comments Budi Sutomo — February 1, 2008 / 8:22 pm

diet-jpg-14.JPG

Bentuknya unik, lebar, tipis dan bermotif, mirip dengan telinga gajah, karenanya orangpun menyebutnya sebagai kue kuping gajah. Kue ini semakin jarang dijumpai, mungkin orang enggan membuatnya karena memang memerlukan ketelatenan. Padahal bahan dan teknik pembuatannya sangat mudah. Jika Anda mempunyai waktu luang, cobalah membuat kue ini, saya percaya keluarga pasti akan bangga dan senang mencoba kue unik bikinan Anda. Selamat Mencoba. Resep/Dapur Uji/Foto/Food Stylist: Budi Sutomo

Bahan:

500 g tepung terigu protein sedang/cap segitiga biru

100 cc air

2 butir telur ayam, kocok lepas

160 g gula halus

1 sdm minyak goreng

1 sdm susu bubuk

½ sdt vanili bubuk/pasta vanili

2 sdm cokelat bubuk

2 sdt pasta cokelat

½ sdt garam halus

minyak untuk menggoreng

Cara Membuat:

  1. Campur tepung terigu, gula halus, garam, susu bubuk dan vanili, aduk rata. Masukkan kocokan telur dan minyak, uleni hingga tercampur rata.
  2. Tuang air sedikit demi sedikit sambil terus diuleni hingga terbentuk adonan yang kalis dan tercampur rata. Ambil seperempat adonan, biarkan putih. Tambahkan bubuk cokelat dan pasta cokelat pada sisa adonan. Aduk hingga tercampur rata.
  3. Giling adonan putih di atas plastik higga ketebalan adonan 1 mm. Di tempat terpisah, giling adonan cokelat setebal ¼ cm. Tumpuk adonan putih di atas adonan cokelat, gulung dan padatkan. Simpan di dalam kulkas selama 1 jam atau hingga adonan agak mengeras.
  4. Keluarkan adonan dari kulkas, Potong-potong dengan ketebalan 2 mm, giling kembali adonan yang telah di potong agar kue semakin tipis dan renyah. Lakukan hingga adonan habis.
  5. Panaskan minyak banyak dalam wajan, goreng kuping gajah hingga matang, kering dan berwarna kuning kecokelatan. Angkat. Dinginkan. Kemas di dalam stoples kedap udara.

Untuk 650 g

Tip: Tekan kuat saat menggulung adonan agar masing-masing adonan menyatu dengan erat. Agar lapisan tidak lepas saat digoreng, sebelum adonan ditumpuk dan digulung, olesi permukaan adonan dengan air menggunakan kuas. Tambahkan sedikit air jika adonan masih terlalu kering dan susah diuleni.

Post to: delicious, Digg, ma.gnolia, Stumbleupon

Hidangan Lezat Pendongkrak Gairah Seksual

1 comment Budi Sutomo — February 1, 2008 / 8:00 pm

copy-of-diet-jpg-58.JPG

Asupan nutrisi yang baik mempengaruhi kondisi kesehatan tubuh. Beberapa bahan pangan tertentu ternyata mempunyai kandungan zat afrodidiak yang dapat mendongkrak gairah seks. Seperti kerang yang kaya akan zinc dan protein. Resep Kerang Bumbu Oriental ini cocok disajikan saat valentine nanti. Hm….Resep/Dapur Uji/Food Stylist: Budi Sutomo

KERANG MASAK ORIENTAL

Bahan:

400 g kerang darah, cuci bersih

150 g, pare, potong tipis

150 ml air

3 siung bawang putih, cincang

50 g bawang Bombay, cincang

1 batang daun bawang, potong serong

4 buah cabai merah, potong serong

2 cm jahe, parut

2 batang serai, memarkan

2 sdm saus tiram

2 sdm kecap asin

3 sdm air jeruk nipis

3 sdm minyak goreng

½ sdt garam halus

Cara Membuat:

  1. Panaskan minyak, tumis bawang putih, bawang Bombay, cabe merah, jahe dan serai hingga harum. Tuang air, masak hingga mendidih.
  2. Masukkan kerang, pare, garam, saus tiram dan kecap asin. Masak hingga bumbu meresap. Sesaat sebelum diangkat, masukkan air jeruk nipis dan daun bawang. Masak hingga semua bahan matang. Angkat.
  3. Tuang ke dalam pinggan saji. Hidangkan panas sebagai lauk.

Untuk 4 Porsi

Tip: Kerang Bisa diganti dengan tiram atau kerang jenis lain.

Post to: delicious, Digg, ma.gnolia, Stumbleupon

Megkudu - Menggali Manfaat Buah Buruk Rupa

6 comments Budi Sutomo — February 1, 2008 / 7:40 pm

_mg_0074.JPG

Berawal dari tanaman liar, buruk rupa dan beraroma busuk, mengkudu kini naik pamor menjadi bahan pangan, minuman dan obat-obatan herbal alternatif. Bukan kelezatan rasanya, namun karena banyaknya manfaat bagi kesehatan tubuh.

Menurut Jurnal Pacific Science (1949), buah mengkudu (Morinda citrifolia L) diduga berasal dari Indonesia. Tanaman yang juga dikenal dengan sebutan buah Pace atau Noni ini, bentuknya sebesar buah Pir. Berwarna hijau di saat muda dan berubah putih kekuningan jika mulai matang. Ciri lainnya, permukaan kulit buah berbintil dan dipenuhi mata berwarna coklat kehitaman, rasanya sangat asam dengan aroma khas sangat tajam ketika tua dan matang. Tidak disangka, tanaman yang selama ini dikenal sebagai tumbuhan liar, buruk rupa dan berbau busuk, kini berubah menjadi buah “ajaib” yang banyak di cari. Kepopuleran mengkudu tidak terlepas dari hasil riset beberapa penelitian. Hasilnya sungguh di luar dugaan, zat yang terkandung di dalam mengkudu sangat bermanfaat untuk aspek kesehatan.

Manfaat buah mengkudu sudah dikenal manusia sejak 2000 tahun lalu. Penduduk kepulauan Polynesia, Cina dan Indian yang pertama kali memanfaatkan khasiatnya. Selanjutnya pengetahuan ini menyebar ke Australia, Tahiti, Kanada, Malaysia dan akhirnya sampai ke Indonesia.

Di Indonesia, khususnya masyarakat pedesaan sebenarnya sudah mengkonsumsi mengkudu sejak dulu. Masyarakat Jawa mengenal rujak bebek yang salah satu bahannya adalah buah ini, sedangkan dari daun mudanya sebagian orang mengolah menjadi bahan baku sayur atau dimakan mentah sebagai lalapan. Baru pada tahun 1990-an mengkudu semakin dikenal luas. Popularitas mengkudu tidak lepas dari keberhasilan Lembaga Pengkajian Bisnis Pangan Bogor(LPBP), sebuah lembaga peneliti pertama Indonesia yang meneliti manfaat mengkudu bagi kesehatan manusia.

Mengandung Senyawa Berkhasiat Obat

Jika Anda ingin mendapatkan manfaat yang maksimal dari buah mengkudu, konsumsi buah yang sudah tua atau matang, hasil penelitian menunjukan semakin matang maka zat-zat yang bermanfaat semakin bertambah. Diantaranya adanya kandungan senyawa anthraquinone sebagai anti bakteri dan jamur, terpenten berfungsi meremajakan sel tubuh, dammacanthel yang dapat mencegah perkembangan sel kanker dan melawan pertumbuhan sel abnormal pada stadium pra kanker. Buah berkadar air 52% ini juga menyimpan beragam vitamin, diantaranya asam askorbat, asam kaproat, asam kaprik dan asam kaprilat yang mampu menangkal radikal bebas penyebab kanker.

Kepopuleran mengkudu kini semakin mendunia, apalagi setelah Dr Heil Solomon melakukan terapi terhadap 8.000 pasien. Hasilnya sungguh sangat menggembirakan, pemberian sari mengkudu secara kontinyu memberikan korelasi positif terhadap penyembuhan penyakit kanker, jantung, mengontrol hipertensi, gangguan pencernaan, diabetes dan stroke. Selain itu sari mengkudu juga dipercaya dapat meningkatkan daya tahan dan stamina tubuh dan membantu penyembuhan tuberkulosis (TBC). Mengkudu juga kaya akan serat yang baik untuk kesehatan saluran pencernaan. Banyaknya manfaat yang dimiliki buah mengkudu, sangat pantas kalau para ilmuwan menjulukinya sebagai Magic Fruit alias si buah ajaib.

Ragam Produk Mengkudu

Banyak orang yang kurang menyukai aroma mengkudu karena berbau busuk dan berasa asam. Jangan khuatir, saat ini beragam produk hasil olah mengkudu banyak beredar di pasaran. Mulai dari juice buah mengkudu beraneka rasa, tablet mengkudu sampai yang berupa kapsul dengan mudah dapat kita dapatkan. Bahkan tak hanya itu, produk perawatan tubuh dan kosmetika seperti sampo, sabun, body lotion dll juga menggunakan bahan baku mengkudu.

Buat Anda yang suka mengkonsumsi mengkudu segar, tips berikut dapat membantu mengurangi aroma mengkudu yang tidak enak dan rasa asam. Campurkan sari/jus mengkudu yang sudah di saring dengan gula merah atau madu. Simpan di dalam tempat bersih, sejuk dan tertutup rapat selama 2-4 hari, dan jus-pun siap diminum tanpa bau busuk yang menyengat dan rasanya menjadi manis segar. Proses penyimpanan ini akan mengurai asam askorbat, kaproat dan kaprik penyebab bau busuk. Namun perlu diingat, jangan menyimpannya terlalu lama karena akan menyebabkan terbentuknya senyawa alkohol yang memabukan. Teks & Foto: Budi Sutomo

Post to: delicious, Digg, ma.gnolia, Stumbleupon

Teh dan Kesehatan

1 comment Budi Sutomo — February 1, 2008 / 7:33 pm

dsc02723.JPG

Hampir semua orang pernah minum teh. Selain nikmat, minuman asal negeri Cina ini juga menyimpan banyak manfaat yang baik untuk kesehatan tubuh. Kini teh semakin diminati. Wajar saja, karena sambil mereguk kesegarannya kita juga bisa mendapatkan banyak manfaat.

Sejarah Teh

Budaya minum teh di Cina sudah ada sejak 2737 SM, tepatnya pada masa pemerintahan Khaisar Shen Nong. Selanjutnya teh dibawa para pendeta Budha ke Jepang (709-784). Dalam perkembangannya teh sampai juga ke daratan Eropa. Di Indonesia teh mulai dikenal pada tahun 1864, setelah diperkenalkan oleh dr. Andreas Clever yang berkebangsaan Jerman.

Banyak Ragamnya

Di Indonesia ada dua jenis teh, yaitu Camellia sinensis varietas assamica yang diolah menjadi teh hitam dan Camellia sinensis varietas sinensis yang menjadi bahan baku teh hijau dan Oolong, Teh Cina yang terkenal nikmat. Teh juga dibedakan berdasarkan proses fermentasinya. Semakin lama proses fermentasi, warna daun yang hijau akan berubah menjadi cokelat dan akhirnya kehitaman. Selain itu, proses pembakaran sangat menentukan citarasa teh dan aroma yang nikmat.

Teh yang tidak melalui proses fermentasi biasa disebut dengan green tea atau teh hijau. Teh yang tidak difermentasi ini biasanya berwarna hijau lumut hingga kekuningan dan memiliki aroma tanaman teh yang segar. Konon teh hijau ini diyakini sangat ampuh menurunkan kadar kolesterol. Berbeda dengan hongcha (teh berwarna merah) atau yang di Barat lebih dikenal dengan black tea. Teh jenis ini harus melalui proses fermentasi terlebih dahulu sebelum dibakar.

Bermanfaat untuk Kesehatan

Beragam penelitian ilmiah telah banyak mengungkap manfaat teh. Hasilnya sungguh mengagumkan. Senyawa kimia terkandung seperti asam tonnic bermanfaat sebagai anti radang. Kandungan kafeinnya yang tidak terlalu tinggi mampu menstimulir metabolisme tubuh dan meningkatkan fungsi otak. Selain itu, senyawa polifenol jenis katekin dan theaflavin, yang berfungsi sebagai antioksidan, membantu menormalkan tekanan darah pada penderita hipertensi. Zat antioksidan juga membantu mengeluarkan radikal bebas dari tubuh sehingga kita terhindar dari keracunan dan resiko kanker. Senyawa lain seperti theanin pada teh juga bermanfaat untuk relaksasi, sedangkan katekinnya terbukti ampuh melawan sel kanker.

Tip Seputar Teh

Gunakan piranti dari tembikar atau keramik untuk alat menyajikan teh. Selain cantik, alat ini juga mampu menahan panas lebih lama dan tidak menyerap aroma teh sehingga citarasa tetap prima. Jangan menyeduh teh dengan air terlalu panas, cukup air dengan kisaran suhu 80o C agar kafein dan tannin tidak banyak terekstrak sehingga warna tidak terlalu pekat dan citarasa tetap prima.

Jangan pernah merebus teh, cara ini hanya akan membuat warna cairan lebih pekat dan aroma khas teh hilang. Merebus teh berulang juga membuat oksigen terlarut berkurang dan menurunkan citarasa teh. Menikmati teh juga bisa di variasikan dengan menambahkan susu, daun mint, jeruk lemon, kapulaga atau batang serai. Sajikan teh sesegera mungkin setelah diseduh karena teh tidak hanya diminum, namun juga dinikmati keharuman aromanya.

Jangan menyimpan teh berdekatan dengan bahan yang beraroma tajam karena teh sangat menyerap bau. Simpan di tempat tertutup rapat dan kering agar kualitas tetap baik. Teks & Foto: Budi Sutomo

Post to: delicious, Digg, ma.gnolia, Stumbleupon

Mengenal Bumbu Dasar Masakan

2 comments Budi Sutomo — February 1, 2008 / 7:22 pm

ilustrasi-bahan-bahan-21.jpg

Ada ingin mahir memasak? Kenali dulu bumbu dasar berikut sebagai bekal sebelum turun dapur.

Jika kita cermati, masakan Indonesia yang sangat beragam itu mempunyai kesamaan dalam hal bumbu. Secara garis besar bumbu pada masakan dapat digolongkan menjadi tiga bumbu dasar, yaitu bumbu dasar merah, bubu dasar putih dan dan bumbu dasar kuning. Dari bumbu dasar ini dapat dikembangkan menjadi beragam jenis masakan. Seperti bumbu dasar putih dapat digunakan pada masakan ase lidah, gudeg, terik daging, sayur bobor, tempe bacem dan opor ayam. Bumbu dasar merah lain lagi, pengnggunaan bumbu dasar merah pada masakan biasanya untuk bumbu sambal goreng, rendang, kering tempe, pepes, sambal bajak, aneka gulai, ayam bumbu rujak, telur balado dll. Sedangkan bumbu dasar kuning dapat dikembangkan menjadi bumbu kari, acar kuning, pesmol ikan, nasi kuning, terik daging, aneka pepes, ayam goreng dll.

Tidak ada salahnya jika ada waktu senggang, Anda membuat ketiga bumbu dasar ini. Masukan di dalam botol/stoples yang tertutup rapat, simpan dalam almari pendingin. Sewaktu diperlukan, Anda tinggal menambahkan beberapa jenis bumbu sesuai kebutuhan resep masakan yang akan dibuat.

Bumbu Dasar Merah

Bahan yang diperlukan, 10 buah cabai merah, 5 butir kemiri, 9 siung bawang merah, 5 siung bawang putih, 1 sdt lada butir, 1 sdt ketumbar, 1 sdt terasi, 1 sdt gula pasir, 1 sdt garam dan 4 sdm minyak goreng. Cara membuatnya, semua bumbu dihaluskan sampai halus kemudian ditumis sampai harum dan matang.

Bumbu Dasar Kuning

Bahan-bahannya: 10 siung bawang merah, 6 siung bawang putih, 7 butir kemiri, 1 sdt lada butir, 2 cm kunyit, 1 sdt garam dan 3 sdm minyak goreng. Haluskan semua bumbu dan tumis hingga harum. Simpan dibotol yang tertutup rapat dan masukan ke lemari pendingin.

Bumbu Dasar Putih

Bahan yang diperlukan, 11 butir bawang merah, 6 siung bawang putih, 7 butir kemiri, 1 sdt lada butir, ½ sdm ketumbar, 1 sdt gula pasir, 1 sdt terasi, 1 sdt garam dan 3 sdm minyak goreng. Cara membuatnya, panaskan minyak dan tumis semua bumbu yang sudah di haluskan sampai harum. Bumbu siap digunakan.

Tips Memilih dan Menyimpan Bumbu • Jika memebeli bumbu segar seperti jahe, kunir, bawang, kecur dll, pilih yang masih segar, utuh dan tidak ada bercak putih. bercak ini biasanya dari khapang atau jamur yang menjadikan bumbu berbau dan membusuk jika disimpan lama.

• Bumbu basah dapat bertahan 1 – 2 bulan jika sebelum di simpan terlebih dahulu di cuci bersih, kemas dalam plastik atau tempat kedap udara dan masukan dalam freezer.

• Bumbu kering mudah kehilangan aroma jika disimpan lama. Beli seperlunya dan simpan di wadah yang tertutup rapat dan kedap udara. Tujuannya agar aroma khas bumbu tidak hilang.

• Bila anda membeli bumbu kering dalam bentuk bubuk, belilah kemasan terkecil agar tidak cepat rusak mengingat bumbu ini tidak setiap hari digunakan.

• Untuk bumbu buatan atau bumbu instant, pilih merek yang sudah terdaftar Dirjen POM, perhatikan tanggal kedaluarsanya dan selalu membeli kemasan yang terkecil.

• Biasakan menutup rapat kembali kemasan bumbu setelah pemakaian. Kontaminasi mikroba sangat mungkin terjadi pada bumbu instant, terutama bumbu yang kandungan airnya tinggi seperti saus, tauco dan kecap. Teks & Foto: Budi Sutomo

Post to: delicious, Digg, ma.gnolia, Stumbleupon

Modifikasi Kue Tradisional

Comments Budi Sutomo — February 1, 2008 / 7:14 pm

ketan-jpg.jpg

Mencoba kue yang satu ini dijamin ngga cukup satu potong. Aroma wangi pandan dan gurihnya santan menyatu dengan pulennya ketan. Apalagi disajikan dengan cecangkir teh hangat, hm….esep/Foto/Dapur Uji/Food Stylist: Budi Sutomo

KETAN LAPIS NANGKA

Bahan A:

700g beras ketan putih

650 ml santan dari 11/2 butir kelapa parut

½ sdt garam

1 lembar daun pandan, potong-potong

Bahan B:

400 gr tape ketan hitam

3 sdm gula pasir

60 ml santan kental

Lapisan:

100 gr buah nangka, potong dadu kecil

Cara Membuat:

  1. Bahan A: Cuci beras ketan, rendam air selama 2 jam. Tiriskan

  2. Kukus ketan selama 30 menit atau hingga beras ketan setengah matang. Angkat.

  3. Rebus santan, garam, dan daun pandan. Masak hingga mendidih.

  4. Tambahkan ketan ke dalam rebusan santan. Masak sambil diaduk-aduk hingga santan terserap habis. Angkat.

  5. Kukus kembali ketan selama 20 menit atau hingga ketan benar-benar matang. Angkat.

  6. Bahan B: Rebus gula dengan santan hingga mendidih, masukkan ketan hitam. Masak hingga santan terserap habis. Angkat. Kukus hingga menjadi aron setengah matang.

  7. Penyelesaian: Siapkan loyang, alas dengan daun pisang/plastik. Masukkan adonan A, ratakan. Beri bahan Isi. Tutup atasnya dengan adonan ketan hitam. Ratakan dan padatkan kembali. Biarkan dingin.

  8. Potong-potong, kemas dalam plastikmika dan susu dalam bokkarton.kue siapdipasarkan.

Untuk 20 Potong

Tips: Jika nangka susah di dapat, jagung manis yang direbus dengan gula pasir bisa dijadikan alternatif lain pengganti nangka. Agar kue lebih gurih dan legit, tambahkan 50 g kelapaparut pada adonan A.menambahkan kelapaparut saat adonan akan dikukus setelah di aron dengan santan.

Post to: delicious, Digg, ma.gnolia, Stumbleupon

Mencoba Snack Praktis Yuk?

Comments Budi Sutomo — February 1, 2008 / 7:01 pm

gandasturi.jpg

Rasanya kombinasi gurih, manis dan legit. Bahannya mudah didapat dan murah. Cara membuatnyapun mudah. Jangan tunggu lama, beli bahannya dan praktekan di waktu senggang minggu ini. Resep/Foto/Dapur Uji/food Stylist: Budi Sutomo

GANDASTURI

Bahan:

1200 g kacang hijau, rendam air 2 jam

40 g tepung terigu

100 g gula pasir

¼ sdt vanili bubuk

½ sdt garam halus

minyak untuk menggoreng

Adonan Celupan, aduk rata, saring:

50 g tepung beras

50 g tepung terigu

1 butir telur, kocok lepa

350 ml air

Cara Membuat:

1. Rebus kacang hijau hingga empuk, angkat, tiriskan. Haluskan kacang hijau hingga lembut. Sisihkan.

2. Campur kacang hijau dengan tepung terigu, gula pasir, garam dan vanili. Aduk rata. 3. Ambil dua sendok makan adonan, bentuk menjadi bulat pipih. Lakukan hingga adonan habis.

4. Celupkan adonan yang sudah dibentuk ke dalam adonan celupan. Goreng hingga matang dan berwarna kuning kecokelatan. Angkat. Dinginkan.

5.Kemas gandasturi dengan bok karton ataukotak plastikmika.kue siap dipasarkan.

Untuk 10 buah

Tip: Untuk variasi rasa, kacang hijau bisa diganti dengan kacang merah dengan komposisi resep sama takarannya.selain di rebus,kacang hijau juga bias diempukan dengan cara dipresto atau dikukus.

Post to: delicious, Digg, ma.gnolia, Stumbleupon

Variasi Puding untuk Balita

1 comment Budi Sutomo — February 1, 2008 / 6:44 pm

puding.jpg

Jangan biarkan anak-anak jajan di sembarang tempat, kebersihan dan nutrisi dalam jajanan belum tentu baik dan sehat. Apalagi zat aditif berbahaya lainnya seperti pewarna, pemanis atau pemberi rasa. Makanya, bikn saja sendiri, seperti puding labu kuning, selain kaya serat dan vitamin, bentuknya yang lucu, anak-anak pasti menyukainya. Selamat Berkreasi.Resep/Dapur Uji/Food Stylist/Foto: Budi Sutomo

PUDING SUSU LABU KUNING

Bahan:

1 pks (7 gr) bubuk agar-agar putih

3 sdm susu formula lanjutan, larutkan dengan 300 ml air

250 ml air

100 gr labu kuning, kukus, haluskan

1 sdm tepung maizena larutkan dengan sedikit air

4 sdm gula pasir

Cara Membuat:

  1. Larutkan bubuk agar-agar dengan air, larutan tepung maizena dan labu kuning yang sudah dihaluskan, aduk rata.

  2. Rebus dengan api kecil hingga mendidih dan tekstur mengental. Angkat.

  3. Siapkan cetakkan puding yang sudah dibasahi air matang, tuang adonan puding hingga cetakkan penuh. Dinginkan hingga mengeras.

  4. Setelah dingin, keluarkan dari cetakkan, sajikan.

Untuk 15 buah

TIP:

Labu kuning bisa di ganti dengan wortel dengan jumlah yang sama. Caranya, parut wortel kemudian campur dengan sedikit air. Peras dan ambil sarinya.

Post to: delicious, Digg, ma.gnolia, Stumbleupon

Variasi Menu Anak

Comments Budi Sutomo — February 1, 2008 / 6:34 pm

bubur-balita.jpg

Membuat makanan bayi dan balita perlu pengetahuan dan ketrampilan khusus. Selain komposisi zat gizi, tekstur juga harus diperhatikan, mengingat bayi memiliki organ pencernaan yang belum sempurna. Resep Bubur Beras Brokoli berikut cocok untuk usia bayi di atas 9 bulan ke atas. Resep/Dapur Uji/Foto/Food Stylist: Budi Sutomo

0 komentar:

Posting Komentar